Senin, 03 Februari 2014

Pasar Loak Ciliwung

Pasar Loak atau barang bekas mungkin tidak menarik buat sebagian orang, tetapi bagi sebagian lagi merupakan sebuah tempat untuk mencari "HARTA KARUN". Di sana terdapat berbagai barang bekas maupun baru (KW) yang masih layak pakai mulai dari perlengkapan elektronik, pakaian, onderdil dll. Salah satu pasar loak yang ada di Bandung adalah di pasar Ciliwung belakang Gedung Sate. 


Beragam kepentingan yang datang mengunjungi pasar ini ada yang hanya sekedar cuci mata, berjual beli, hingga berburu barang antik. 

Berbagai barang atau pun jasa ditawarkan di pasar ini. Di sudut pasar tergantung pakaian bekas dan jaket bekas yang masih layak pakai. Jaket yang ditawarkan pun terbilang jaket impor kebanyakan jaket bekas militer asing.

Disudut lain ada juga yang berkumpul melihat aksi pesulap jalanan yang menawarkan properti-properti sederhana untuk bermain sulap. Lucu memang melihatnya dan sesekali si pedagang mempraktekan jurus-jurusnya alam bersulap walau ada yang tidak berhasil. 



Hari semakin siang ketika saya mencoba memotret beberapa kegiatan yang ada di pasar loak Ciliwung. Jam menunjukan pukul 10 siang dan pengunjung pun semakin banyak yang mencari barang-barang kebutuhan mereka. Saya terhenti sejenak untuk melihat penjual madu yang membawa ember yang berisi sarang lebah. Madu tersebut langsung di peras dari sarangnya. Saya pun bertanya kepada penjualnya menanyakan jenis lebah apa yang di bawa. Penjualnya menjawab "ieu lebah leuweung jang, madu odeng".



Setelah bertanya dan mengamati bagaimana madu tersebut di peras, saya melanjutkan langkah untuk melihat lihat penjual yang lain. Ada yang menarik perhatian saya untuk mencari tahu penjual jasa pijat buhun. Karena itu hal yang unik dan menarik setelah saya coba baca brosur yang digelar. 



Saya pun tersenyum setelah membacanya. Sederhana sekali brosur itu dan hanya menggunakan tulis tangan. 







Pasien pun meringis kesakitan ketika dipijit dan merasa lebih enak setelah dipijit. Masih banyak lagi hal-hal unik yang saya temui di pasar loak tersebut, jam menunjukan pukul setengah dua belas dan akhirnya saya pun melangkahkan kaki menuju masjid yang berada tidak jauh dari pasar tersebut untuk beribadah sholat Jumat.

Bagi temen temen yang ingin mencari barang yang unik tidak ada salahnya untuk mengunjungi pasar tersebut selain harganya bersahabat suasananya pun sangat sejuk karena disekeliling nya banyak ditumbuhi oleh pepohonan yang rindang. Nah bagi pecinta batu akik bisa melihat lihat koleksi penjual disana.



Selasa, 28 Januari 2014

Bencana Banjir dan Longsor

Bencana alam yang terjadi di Cimahi dan sekitarnya terjadi secara beruntun terjadi setelah musim hujan tiba. Siapa yg salah? Siapa yang bertanggung jawab?...itulah pertanyaan yang sering terlontar ketika bencana melanda. Tanya lah pada hati nurani kita! jawabannya pasti kita sendiri. Mengapa? karena bencana alam yang terjadi akibat ulah manusia sendiri yang menjadi sebab dan bencana adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri.

Ketika hutan dicukur untuk dengan alasan kebutuhan ekonomi maka tunggulah ekonomi yang dibangun atas dasar keserakahan akan menuai hukuman dari alam yang telah jengah menjadi komoditas tersebut.

Sejak kecil kita telah dicekoki oleh segudang teori dari buku buku pelajaran yang mungkin sekarang sudah usang dan hanya menjadi setumpuk kertas yang sudah tidak berarti lagi bahwa "Banjir disebabkan karena salah satunya banyak yang buang sampah sembarangan, jangan mengunduli hutan karena jika hutan gundul maka akan terjadi tanah longsor". 

Tapi itu semua hanya sebuah kalimat yang sering kita baca saja sejak kecil, setelah kita dewasa kita banyak yg melupakannya seolah-olah itu sudah tidak berarti lagi. Waktu saya kecil saya hampir tidak pernah merasakan banjir di kota Cimahi separah sekarang. Manusia hanya memikirkan yang sesaat saja tanpa pernah memikirkan apa yang akan kita wariskan kelak buat generasi penerus kita. Yang diwariskan hanyalah segudang PR bagaimana mengatasi bencana dan mengalami bencana.

Beberapa daerah di Cimahi yang dulu tidak pernah terkena banjir sekarang berubah menjadi daerah langganan banjir seperti Cihanjuang, Cilember, Pojok dll. Karena daerah resapan air sudah tidak ada berubah semua menjadi beton. Daerah yang dulu menjadi daerah resapan air di daerah Cisarua sudah berubah menjadi vila vila mewah, dan daerah perkebunan masyarakat. 


Sekarang Cimahi menjadi daerah langganan banjir setiap musim hujan datang. Masyarakat pun seakan sudah terbiasa dan memakluminya, bencana memang tidak bisa kita tolak atau prediksi tapi setidaknya kita bisa berbuat sesuatu untuk mencegah bencana tersebut. Hal kecil yang bisa kita perbuat adalah jangan buang sampah sembarangan, sisakan sedikit lahan untuk resapan air di sekitar rumah kita atau membuat biopori. 

Semoga dari kejadian tersebut kita bisa mengambil hikmahnya bahwa jika alam sudah murka maka tidak ada yang bisa melawannya. Bencana pun tidak hanya memberikan dampak negatif saja tapi ada juga dampak positifnya yaitu menumbuhkan rasa kekeluargaan untuk saling membantu korban bencana tersebut.



Banyak relawan kemanusiaan yang langsung turun kelapangan tanpa menunggu bantuan pemerintah setempat, relawan relawan tersebut bekerja dengan sepenuh hati tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Rasa kepedulian terhadap sesama itu sangat penting, coba bayangkan jika bencana itu terjadi pada kita?..kita pun membutuhkan bantuan dari yang lain atas dasar rasa kepedulian kita dan relawan yang lain bergerak dan memberikan bantuan sekemampuan kita. 

Terima kasih kepada Grup Urang Cimahi yang sangat tanggap bencana, Ulin Jarambah dengan Gerakan Malire Sesama semoga Allah akan membalas kebaikan kawan kawan semua. Semoga kedepannya bencana bisa kita kurangi dengan mau hidup berdampingan dengan Alam dan tidak merusaknya.


                                                 Banjir bandang di kampung Nyalindung
                                                                 Rehat sejenak
                                                       kendaraan tempur ke lokasi bencana
                                          kabut, hujan dan angin menghiasi perjalanan ke Nyalindung
                                                    tukang blusukan ke area bencana
                                                               Group Urang Cimahi


Senin, 27 Januari 2014

Kopdar Group Urang Cimahi

 Kopdar Urang Cimahi di Kabuyutan Cipageran 12 Januari 2014. Dari Online menjadi Offline, sebuah riuangan Group urang cimahi yang hanya sekedar saling sapa dan chat di dumay akhirnya bisa ketemu langsung di Kabuyutan Cimahi, semoga dari Kopdar kemari semakin menambah nilai tambah bagi peserta yang hadir dan membawa manfaat bagi kita semua member Urang Cimahi. Kopdar Urang Cimahi supporting by Bandrek Habennagen.

                                                           Siapa kah dia? Model Habennagen kah?

                          Ketika 2 sahabat yang telah lama tidak bertemu dipertemukan di Kopdar..Reality Show Tali Kasih


                                                                     Bounty Hunter


                                                              Ini Baru Model Iklan Habennagen


Prakata

Selamat datang di blog saya..
 Blog ini berisi segala sesuatu perjalanan saya selaku manusia biasa yang mencoba melestarikan budaya Indonesia dan menikmati indahnya alam Indonesia. Selain itu juga blogg ini mengambarkan perjalanan waktu hari demi hari yang saya habiskan untuk menjadi manusia yang berguna bagi sesama.